Dolar Amerika Serikat Naik Tipis Jelang Rapat ECB
2019-09-11 03:41:13

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks dolar Amerika Serikat (AS) melanjutkan kenaikannya dengan tipis di zona hijau pada perdagangan pagi ini, Rabu (11/9/2019), menjelang serangkaian pertemuan kebijakan sejumlah bank sentral.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, naik 0,059 poin atau 0,06 persen ke level 98,385 pada pukul 08.46 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (10/9), indeks dolar AS berakhir dengan kenaikan tipis 0,05 persen atau 0,045 poin di level 98,326.

Dilansir dari Reuters, fokus investor untuk saat ini tertuju pada pertemuan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) pada Kamis (12/9/2019), yang diperkirakan akan mendorong suku bunga lebih jauh ke wilayah negatif.

ECB juga dapat menyesuaikan sikapnya untuk keputusan penetapan suku bunga yang akan datang oleh bank sentral AS Federal Reserve dan Bank of Japan (BOJ) pekan depan, serta untuk daya tarik aset berisiko global.

Saat ini, sentimen positif masih menopang aset berisiko setelah krisis politik yang membuat pasar terpuruk, mulai dari Brexit di Inggris hingga aksi unjuk rasa di Hong Kong, mereda sekaligus menyurutkan daya tarik aset safe haven.

Namun, di sisi lain tampak pula tanda-tanda perlambatan permintaan global, yang telah mengimbangi perkembangan positif baru-baru ini dalam rencana negosiasi perdagangan AS-China.

“Diperkirakan perdagangan hari ini akan berlangsung lengang, dengan sebagian dukungan untuk aset berisiko karena rotasi siklus yang lebih luas berlanjut,” ujar analis Australia and New Zealand Banking Group dalam sebuah catatan.

“Spekulasi tentang apakah ECB akan memberlakukan program QE (quantitative easing) baru pada Kamis (12/9) terus berkurang dan mengalir,” lanjutnya.

Menurut sumber-sumber terkait, para pembuat kebijakan ECB condong ke arah paket yang mencakup penurunan suku bunga, janji untuk mempertahankan suku bunga rendah lebih lama dan kompensasi untuk bank atas efek samping dari suku bunga negatif.

Di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa bank-bank sentral global mencapai batas opsi stimulus mereka, terutama yang memiliki suku bunga negatif dan imbal hasil obligasi negara jangka panjang di bawah nol.

“Mengingat kemungkinan bahwa ECB dapat gagal untuk menyesuaikan ekspektasi pasar atas pelonggaran kebijakan, keseimbangan risiko lebih berpihak pada pergerakan EUR/USD dan kinerja valas Eropa yang lebih tinggi,” tutur ahli strategi valas ING dalam sebuah catatan.

Sementara itu, nilai tukar euro terhadap dolar AS pagi ini terpantau menguat tipis 0,03 persen ke level US$1,1046 pukul 08.31 WIB.

Sebagian besar sentimen positif untuk aset berisiko dalam beberapa waktu terakhir telah didorong oleh optimisme bahwa pertemuan tingkat tinggi antara tim negosiator AS dan China di Washington bulan depan dapat memberikan semacam pemutus arus perang perdagangan.

Optimisme itu namun sedikit dirusak oleh penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro pada Selasa (10/9), ketika ia mendesak kesabaran soal penyelesaian konflik perdagangan antara kedua negara dan mengatakan agar “membiarkan prosesnya berjalan seperti semula”.

sumber : bisnis.com

News

Harga Minyak Turun Mata Uang Asia Menguat
Bisnis.com, JAKARTA -- Sebagian besar mata uang emerging market Asia mendapatkan keuntungan kecil Read more
Dolar AS Perkasa di Asia Tapi Kalah Lawan Rupiah
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat di kurs tengah Bank Indonesia (BI) Read more
Rupiah Menguat Nantikan Keputusan Suku Bunga
Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.080 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Read more

Contact Us

Head Office

A   Jl.S Parman Kav 68, Slipi,

     Jakarta Barat, 11410

P   021-5332929

     021-5331919

E   Info@duasisimoneychanger.co.id



 

Copyright © 2011 | All Rights Reserved | Dua Sisi Money Changer | PT. Tetra Dua Sisi