Pada perdagangan Kamis, 10 September 2026, dolar AS kembali menguat setelah pelaku pasar mencermati data inflasi produsen Amerika Serikat, kenaikan harga energi, dan pergerakan yield obligasi pemerintah AS.
Indeks dolar AS tercatat naik sekitar 0,3% pada sesi tersebut. Pergerakan ini berlangsung bersamaan dengan melemahnya Wall Street dan meningkatnya yield US Treasury.
US Bureau of Labor Statistics atau BLS melaporkan Producer Price Index (PPI) AS naik 0,4% secara bulanan pada Agustus 2026. Secara tahunan, indeks harga produsen meningkat 5,4%.
PPI mengukur perubahan harga yang diterima produsen atas barang dan jasa. Data ini sering dicermati karena dapat memberikan gambaran mengenai tekanan harga sebelum sampai ke tingkat konsumen.
Kenaikan PPI Agustus turut dipengaruhi sektor energi. Berdasarkan laporan BLS, harga energi untuk permintaan akhir naik 4,2% selama bulan tersebut.
Setelah data tersebut dirilis, dolar AS menguat dan yield obligasi pemerintah AS meningkat. Pada saat yang sama, Wall Street ditutup melemah:
S&P 500 turun 0,58%.
Nasdaq turun 0,65%.
Dow Jones turun 0,60%.
Pergerakan pasar juga berlangsung ketika harga minyak meningkat seiring kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi di kawasan Timur Tengah.
Kenaikan harga energi menjadi perhatian karena dapat memengaruhi biaya produksi, distribusi, dan transportasi. Pelaku pasar kemudian menyesuaikan ekspektasinya terhadap kondisi inflasi dan kebijakan suku bunga.
Penting untuk membedakan data ekonomi Amerika Serikat dari kebijakan bank sentralnya.
Data PPI dan CPI diterbitkan oleh US Bureau of Labor Statistics. Sementara itu, keputusan suku bunga ditetapkan oleh Federal Reserve melalui rapat Federal Open Market Committee atau FOMC.
Artinya, kenaikan suatu data inflasi bukan keputusan The Fed. Data tersebut menjadi salah satu informasi yang dipertimbangkan bersama kondisi tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, dan indikator lainnya.
Setelah PPI, perhatian pasar beralih ke Consumer Price Index atau CPI Agustus 2026. CPI mengukur perubahan harga barang dan jasa yang dibayar konsumen.
Pelaku pasar mencermati data tersebut untuk memperoleh gambaran terbaru mengenai kondisi inflasi AS menjelang rapat kebijakan The Fed.
Pergerakan dolar, saham, obligasi, dan harga energi dapat berubah setelah pasar menerima serta mencerna informasi terbaru. Karena itu, kondisi pasar perlu dilihat berdasarkan waktu dan periode datanya.
Untuk informasi kurs dan ketersediaan mata uang, hubungi WhatsApp resmi Duasisi Money Changer.
Informasi ini bersifat edukatif dan bukan rekomendasi transaksi. Kurs bersifat indikatif, tidak mengikat, dan dapat berubah sewaktu-waktu.