News & Events Detail

21 September 2026

Harga Minyak Turun, Pasar Menunggu Respons Bank Indonesia

Harga minyak dunia turun tipis pada perdagangan Asia, memberikan sedikit ruang bagi mata uang dan pasar saham negara pengimpor energi, termasuk Indonesia. Namun, harga minyak masih bertahan di atas US$100 per barel dan dolar AS tetap kuat. Karena itu, perhatian pasar kini beralih kepada keputusan Bank Indonesia pada 22–23 September 2026.

Harga minyak mulai turun

Harga Brent turun sekitar 0,2% menjadi US$103,68 per barel, sedangkan WTI melemah sekitar 0,3% ke US$100,02 per barel pada Senin pagi, 21 September 2026.

Penurunan terjadi setelah muncul harapan bahwa Arab Saudi dapat segera memulihkan sebagian aliran minyak melalui pipa East–West yang sebelumnya terdampak serangan. Perkembangan tersebut membantu mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dalam waktu dekat.

Namun, risiko belum sepenuhnya hilang. Konflik di Timur Tengah masih berlangsung dan harga minyak tetap berada pada level tinggi. Jalur pelayaran di Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb juga terus menjadi perhatian karena keduanya mempunyai peran penting dalam distribusi energi dunia. Reuters

Mengapa penurunan minyak penting bagi Indonesia?

Indonesia masih membutuhkan impor minyak dan produk bahan bakar. Ketika harga energi dunia naik, kebutuhan pembayaran dalam dolar juga dapat meningkat.

Kondisi tersebut berpotensi menambah permintaan valuta asing, memperbesar biaya impor, dan meningkatkan tekanan inflasi. Sebaliknya, penurunan harga minyak dapat membantu mengurangi sebagian tekanan tersebut.

Harga minyak yang lebih rendah secara umum dapat:

  • mengurangi tekanan terhadap biaya impor;

  • membantu menjaga ekspektasi inflasi;

  • memberikan ruang bagi stabilitas rupiah;

  • mengurangi tekanan biaya pada transportasi dan industri;

  • membantu sentimen saham konsumsi serta perusahaan pengguna bahan bakar.

Meski demikian, penurunan minyak kali ini masih terbatas. Brent tetap berada di atas US$100 sehingga belum dapat dianggap sebagai perubahan arah yang permanen.

Rupiah menguat tipis, tetapi dolar masih kuat

USD/IDR berada di sekitar Rp17.795 pada Senin pagi, turun sekitar 0,10% dari posisi sebelumnya. SGD/IDR berada di sekitar Rp13.946 dan bergerak relatif stabil.

Penguatan rupiah masih terbatas karena indeks dolar AS bertahan sekitar 100,23. Dolar mendapat dukungan setelah The Fed menaikkan suku bunga dan membuka kemungkinan pengetatan lanjutan apabila tekanan inflasi belum mereda.

Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed berikutnya pada Oktober berada di sekitar 55%. Kondisi ini membuat aset berbasis dolar tetap menarik dan membatasi penguatan mata uang negara berkembang. Reuters

Apa yang ditunggu pasar dari Bank Indonesia?

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia berlangsung pada 22–23 September 2026. BI-Rate saat ini berada pada 5,75%, setelah dipertahankan pada pertemuan Agustus.

Pasar tidak hanya menunggu keputusan suku bunga. Beberapa hal yang akan diperhatikan adalah:

1. Penegasan komitmen menjaga rupiah

Pasar menunggu penjelasan mengenai langkah BI dalam menghadapi dolar yang kuat, yield obligasi AS yang tinggi, dan ketidakpastian geopolitik.

Komunikasi yang tegas mengenai stabilisasi rupiah dapat membantu menenangkan pasar, bahkan jika BI tidak mengubah suku bunga.

2. Penggunaan instrumen stabilisasi

Pelaku pasar akan memperhatikan arah intervensi BI melalui pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward, dan pasar obligasi pemerintah.

Efektivitas instrumen rupiah seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia juga penting karena dapat membantu menarik dana masuk dan menjaga daya tarik aset rupiah.

3. Keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan

BI menghadapi dua kepentingan. Di satu sisi, bank sentral perlu menjaga nilai tukar dan inflasi. Di sisi lain, kebijakan moneter harus mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi dan biaya pembiayaan domestik.

Karena itu, pasar akan melihat apakah BI lebih menekankan stabilitas rupiah atau mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap dukungan pertumbuhan.

4. Pandangan mengenai inflasi energi

Inflasi Indonesia pada Agustus tercatat 3,19% secara tahunan, masih berada dalam sasaran BI sebesar 2,5% ±1%.

Namun, harga minyak di atas US$100 dapat meningkatkan biaya transportasi, produksi, dan distribusi. Pasar menunggu penilaian BI mengenai seberapa besar risiko tersebut terhadap inflasi dalam beberapa bulan mendatang.

5. Kekuatan cadangan devisa

Cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus tercatat sekitar US$146,51 miliar. Posisi ini memberikan bantalan bagi BI untuk menjaga stabilitas pasar valuta asing.

Pasar akan mencermati apakah BI menilai cadangan devisa dan instrumen yang tersedia masih cukup untuk menghadapi volatilitas global tanpa perlu melakukan pengetatan yang lebih agresif. Bank Indonesia

Dampaknya terhadap IHSG

IHSG menutup perdagangan Jumat di level 6.441,16, turun 0,33%. Penurunan minyak dapat membantu sektor transportasi, konsumsi, dan industri yang banyak menggunakan energi.

Sebaliknya, dolar dan yield obligasi AS yang tetap tinggi masih dapat menekan saham sensitif terhadap suku bunga serta memengaruhi arus modal asing.

Saham energi juga dapat kehilangan sebagian momentum apabila harga minyak terus turun. Namun, selama Brent bertahan di atas US$100 dan risiko geopolitik belum mereda, sektor tersebut masih berpotensi bergerak defensif.

Kesimpulan

Penurunan harga minyak memberikan sedikit ruang bagi rupiah dan pasar saham Indonesia, tetapi belum sepenuhnya menghilangkan tekanan eksternal. Harga energi masih tinggi, dolar tetap kuat, dan The Fed membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan.

Karena itu, perhatian pasar beralih kepada Bank Indonesia. Hal terpenting bukan hanya perubahan BI-Rate, tetapi juga kejelasan strategi menjaga rupiah, mengelola inflasi energi, dan mempertahankan kepercayaan investor.

Keputusan dan komunikasi BI pada 23 September akan menjadi salah satu penentu arah pasar domestik berikutnya.

Informasi ini bersifat edukatif dan disusun berdasarkan kondisi pasar pada 21 September 2026. Angka kurs merupakan kurs pasar tengah atau spot indikatif, bukan kurs transaksi uang kertas Duasisi, bank, atau money changer. Informasi ini bukan prediksi kurs maupun rekomendasi transaksi

 

Sumber :

.