News & Events Detail

11 October 2026

Rupiah Menguat Tipis Sepekan, Cadangan Devisa September Relatif Stabil

11 Oktober 2026

Rupiah menutup pekan pertama Oktober 2026 sedikit lebih kuat terhadap dolar AS. Kurs referensi JISDOR Bank Indonesia tercatat Rp17.884 per dolar AS pada Jumat, 9 Oktober 2026, dibandingkan Rp17.917 pada Senin, 5 Oktober 2026.

Pada pekan yang sama, Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa akhir September 2026 sebesar US$146,3 miliar. Posisi ini relatif stabil dibandingkan akhir Agustus 2026.

Kedua data tersebut membantu memberi gambaran mengenai kondisi rupiah dan ketahanan eksternal Indonesia, di tengah perhatian pasar global terhadap dolar AS dan kebijakan suku bunga The Fed.

Bagaimana rupiah bergerak sepekan?

Pergerakan rupiah sepanjang 5–9 Oktober 2026 berlangsung dalam rentang yang cukup sempit. JISDOR dibuka pekan di Rp17.917 per dolar AS pada Senin, lalu bergeser ke Rp17.910 pada Selasa. Pada Rabu, JISDOR tercatat Rp17.880, level terendah USD/IDR dalam pekan tersebut, sebelum naik ke Rp17.890 pada Kamis dan ditetapkan Rp17.884 pada Jumat.

Dengan demikian, JISDOR pada akhir pekan berada Rp33 lebih rendah dibandingkan awal pekan. Penurunan USD/IDR pada acuan tersebut menunjukkan rupiah menguat tipis.

Di pasar spot, rupiah ditutup menguat 0,09% ke Rp17.899 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026, dari Rp17.915 pada penutupan sebelumnya, sebagaimana dilaporkan Liputan6 mengutip Antara.

JISDOR adalah kurs referensi harian Bank Indonesia untuk pasar antarbank. Angka ini, begitu pula kurs spot, bukan kurs transaksi uang kertas Duasisi Money Changer.

Cadangan devisa relatif stabil

BI mengumumkan pada 7 Oktober 2026 bahwa posisi cadangan devisa akhir September 2026 sebesar US$146,3 miliar, dibandingkan US$146,5 miliar pada akhir Agustus 2026.

Menurut BI, perkembangan tersebut dipengaruhi terutama oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa. Pada saat yang sama, terdapat pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan BI.

Cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor, atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. BI mencatat posisi ini berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Suku bunga BI masih 5,75%

Keputusan kebijakan moneter terakhir BI ditetapkan dalam Rapat Dewan Gubernur 22–23 September 2026. Saat itu, BI mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility 4,75%, dan Lending Facility 6,50%.

BI menyatakan keputusan tersebut konsisten dengan strategi stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih kuat.

Apa yang dicermati pasar global?

Dari sisi pasar global, indeks dolar AS tercatat datar di 102,17 pada Jumat, 9 Oktober 2026, menurut laporan Reuters yang diperbarui pukul 19.18 WIB. Pada Senin, 5 Oktober, indeks tersebut sempat mencapai 102,53, level tertinggi sejak April 2025.

Pelaku pasar juga mencermati data dan kebijakan di Amerika Serikat. Keduanya berasal dari lembaga yang berbeda.

Dari sisi data, US Bureau of Labor Statistics melaporkan pada 2 Oktober 2026 bahwa lapangan kerja nonpertanian AS bertambah 29.000 pada September 2026, dengan tingkat pengangguran 4,2%.

Dari sisi kebijakan, The Federal Reserve merilis risalah rapat FOMC 15–16 September 2026 pada 7 Oktober 2026. Risalah tersebut mencatat keputusan menaikkan kisaran target suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00%, berlaku sejak 17 September 2026. Rapat FOMC berikutnya dijadwalkan pada 27–28 Oktober 2026.

Pergerakan rupiah perlu dibaca bersama faktor-faktor tersebut. Data cadangan devisa, kebijakan BI, pergerakan dolar global, serta kebijakan The Fed saling berkaitan, tetapi tidak selalu bergerak ke arah yang sama dalam waktu yang sama.

Informasi kurs Duasisi

Untuk kebutuhan perjalanan atau transaksi, periksa kurs indikatif dan ketersediaan valuta melalui WhatsApp resmi cabang Duasisi Money Changer yang tercantum di duasisimoneychanger.co.id.

Informasi ini disusun dan ditinjau oleh Tim Duasisi berdasarkan sumber yang dinilai tepercaya pada saat publikasi, dengan dukungan teknologi AI bila relevan. Konten bersifat informatif dan edukatif, bukan rekomendasi membeli atau menjual valuta asing, saham, atau instrumen keuangan lainnya. Kurs yang ditampilkan bersifat indikatif, tidak mengikat, dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Kurs pasar tengah atau spot, termasuk JISDOR, bukan merupakan kurs transaksi uang kertas Duasisi. Hubungi cabang resmi untuk memperoleh kurs transaksi yang berlaku.

Summarize by Grok Bot

Approval by Asa Dahlan

Sumber artikel